Sebagai bentuk baru dalam penataan lanskap, lapangan golfpermainan lanskapPeran penghijauan semakin penting di lapangan golf. Namun, tidak seperti penataan lanskap biasa, penataan lanskap lapangan golf tidak hanya harus fokus pada lanskap estetika, tetapi juga memenuhi persyaratan golf dan tidak menghambat perkembangan olahraga secara normal. Hal ini menuntut persyaratan yang lebih tinggi pada penanaman dan perawatan harian tanaman lanskap lapangan golf. Penulis akan membahas perbedaan antara penanaman dan perawatan penghijauan umum berdasarkan pengalaman yang telah dikumpulkan dalam penanaman, perawatan, dan pengelolaan penghijauan lapangan golf selama beberapa tahun terakhir.
1. Jarak antar pohon sebaiknya jarang, bukan rapat.
Aktivitas memukul bola golf normal dilakukan di atas rumput, sehingga rumput menjadi protagonis lapangan golf. Pohon-pohon terutama tersebar di area di luar fairway, seperti area rumput tinggi dan area yang tidak digunakan untuk memukul bola. Salah satu fungsi pohon di lapangan golf adalah untuk meningkatkan keselamatan bermain golf dan membuat lanskap lapangan golf terlihat jelas dan bervariasi. Jika jarak antar pohon di area rumput tinggi terlalu rapat, naungan yang terbentuk tidak hanya akan memengaruhi pertumbuhan rumput normal, meningkatkan kesulitan dan biaya pemeliharaan dan pengelolaan rumput, dan mengurangi kualitas rumput sampai batas tertentu, tetapi juga tidak menguntungkan bagi lalu lintas dan pengoperasian fasilitas pemeliharaan dan pengelolaan rumput dan pohon. Pohon-pohon individual yang ditanam di fairway sebagian besar adalah pohon tinggi, biasanya ditanam sendiri, terutama untuk memperindah lanskap, menandai jarak, atau meningkatkan kesulitan memukul bola. Umumnya, semak-semak kecil tidak dapat ditanam terlalu rapat, jika tidak bola akan jatuh ke dalamnya dan akan sulit ditemukan, yang tidak sesuai dengan aturan golf.
2. Menanam dengan tanah asing dan drainase yang baik
Tanah untuk penanaman lapangan golf berbeda dengan tanah di tempat lain. Selama pembangunan lapangan golf, tanah permukaan yang matang di banyak area rusak karena kebutuhan konstruksi. Selain itu, untuk mempertahankan topografi mikro fairway, fairway umumnya digulirkan sepenuhnya, menyebabkan pemadatan tanah yang serius. Permukaan fairway juga umumnya dilapisi dengan lapisan pasir setebal 15 cm hingga 20 cm dan ditambahkan pupuk organik serta sedikit tanah subur untuk memfasilitasi drainase dan pertumbuhan rumput yang baik. Oleh karena itu, saat menanam bibit, perlu menggali lubang tanam sebesar dan sedalam mungkin sesuai dengan spesifikasi penanaman, dan mengganti semua tanah asli yang buruk dan padat di lubang tanam dengan tanah tanam, menanam tanah asing, dan melakukan drainase yang baik untuk memfasilitasi kelangsungan hidup dan pertumbuhan bibit yang normal.
3. Berikan pupuk secara sering dan dalam jumlah banyak.
Dibandingkan dengan bibit tanaman yang tumbuh di tempat lain, tanah di halaman ini terlalu miskin dan keras. Oleh karena itu, selama pemeliharaan bibit, perlu dipastikan pasokan pupuk yang cukup. Sesuai dengan status pertumbuhan bibit, pemupukan tepat waktu harus dilakukan agar bibit tumbuh dan berkembang dengan cepat. Penulis mengetahui bahwa ada sebuah halaman di mana bibit yang ditanam selama 3 tahun pada dasarnya tidak tumbuh karena pemupukan yang tidak tepat waktu. Sebaliknya, pertumbuhannya semakin memburuk hingga akhirnya mati.

4. Penyiraman berbeda-beda di setiap tempat.
Menyiram bibit tanaman adalah hal yang membutuhkan perhatian khusus dalam pemeliharaannya.penataan lanskap halamanLapangan umumnya dilengkapi dengan sistem penyiram untuk memenuhi kebutuhan penyiraman rumput secara berkala. Saat menyiram rumput, pepohonan di sekitarnya biasanya juga ikut disiram.
5. Pengendalian hama dan penyakit harus disinkronkan dengan perawatan rumput.
Untuk menjaga pertumbuhan rumput yang normal dan mencegah atau mengurangi kerusakan akibat hama dan penyakit, pengelola perlu sering mengaplikasikan fungisida, insektisida, dan pestisida lainnya. Sejalan dengan itu, pencegahan dan pengendalian penyakit dan hama pada bibit, terutama hama serangga, juga harus dilakukan tepat waktu. Jika penyakit dan hama pada bibit tidak dicegah dan dikendalikan tepat waktu, beberapa hama akan menyerang bibit karena tidak dapat memakan rumput, sehingga menyebabkan kerusakan serius pada bibit atau bahkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki.
6. Kurangi dampak bibit tanaman pada halaman rumput, saat memukul bola, dll., dan tingkatkan upaya pemangkasan.
Bibit tanaman di lapangan perlu dipangkas secara berkala karena tiga alasan. Pertama, pemangkasan dapat menjaga bentuk bibit tetap indah, sehingga dapat menyatu dengan bagian lain lapangan untuk membentuk lanskap yang indah dan memberikan kenikmatan spiritual bagi para pegolf; kedua, mencegah bibit terlalu banyak menaungi rumput di bawahnya dan memengaruhi pertumbuhan rumput; ketiga, mencegah bibit individual yang tumbuh terlalu cepat di area fairway menghalangi jalur bola dan memengaruhi pukulan bola. Untuk pohon yang pertumbuhannya buruk atau bahkan mati karena alasan tertentu, pohon tersebut harus dibersihkan dan ditanami bibit baru tepat waktu untuk menghindari kerusakan efek lanskap keseluruhan lapangan.
Waktu posting: 19 November 2024